Dalam keberhasilan sebuah kepemimpinan, dapat diukur dengan cara subyektif maupun kualitatif. Mengukur sebuah keberhasilan akan sangat lebih mudah jika sudah melihat bagaimana dan apa saja yang dilakukan. Artinya melihat cara penerapannya. Baik dalam pencapaian visi misi ataupun melakukan asosiasi dengan fungsi dan peranannya.
Sedang mengukur Leadership Skill secara sekilas akan lebih berfihak dengan subyektifitas, selain dengan pola atau metode psikotest dengan berbagai cara. Hanya saja, dengan banyak tool yang saat ini digunakan sudah sangat terbuka untuk umum. Artinya sangat dimungkinkan untuk dipelajari. Sehingga hasil secara psikotest yang diharapkan oleh “pengukur” skill tersebut dapat dibuat. Atau setidaknya diarahkan untuk mendekati.
Secara subyektif, lebih dengan “feel” kita akan lakukan saat interview, diskusi atau sharing pengalaman. Kenapa dengan feel? Karena apapun kita hanya bisa disuguhkan bukti otentik dengan lembaran yang menuliskan secara general. Misal jabatan, kepangkatan, kepesertaan training, dll. Sedang kondisi nyata saat memangku jabatan atau saat training, kita tidak tahu sama sekali. Referensi itu yang digunakan untuk memutuskan.
Referensi itu yang memberikan masukan kepada internal kita (dibaca fikiran dan rasa) untuk memberikan sebuah keputusan. Jika kita melihat apa yang dilakukan, bagaimana sepak terjangnya, progres terhadap tim, dll, kita jauh akan bisa memberikan sebuah penilaian yang kualitatif.
Proses ini bisa dilihat dengan pola 5M. Yaitu bagaimana kemampuan dalam melakukan 5M untuk timnya. Saya biasanya lebih senang dengan menyebut 5M untuk Leadership. 5M terdiri dari Maca/membaca, Mikir/berfikir, Mlaku/Aplikasi, Mulang/mengajarkan, Mligi/konsistensi. Secara ringkas mari kita ikuti uraian satu persatu dibawah ini. Maca/membaca Menjadi seorang Leader, harus memiliki kemampuan memBACA dengan komprehensif secara makro. Artinya bukan membaca dengan paradigma proses menyuarakan kata atau kalimat. Membaca dalam bahasan ini memicu seluruh sensory/indrawi kita secara keseluruhan. Termasuk dalam hal mengaktifkan kekuatan alam bawah sadar dalam insting atau kekuatan intuisi.
Dalam tataran kualitatif, membaca ini lebih difokuskan pada visi misi tim yang dipimpinnya. Dalam organisasi kita mengenal dengan cukup akrab KPI (key performance indicator). Sederetan angka kalau boleh kita sebut sebagai angka, yang harus dicapai dalam suatu satuan waktu tertentu. Pencapaian ini sangat jelas terlihat dan terukur. Sampai berapa deret angka yang bisa dicapai dari sekian deret angka dalam KPI tersebut. Misal tim sales harus bisa mendapatkan income penjualan dalam 30 hari sejumlah 500 juta. Itu akan menjadi KPI bagi tim secara keseluruhan, yang dimotori oleh seorang Leader.
Kemampuan membaca ini merupakan kemampuan dalam melihat banyak peluang yang mungkin dilakukan agar visi misi ini tercapai. Atau angka KPI yang harus dapat direalisasikan. Mikir/berfikir Banyak peluang yang ada, selalu saja harus diukur masing-masing mana yang paling mungkin bisa dilakukan dan memiliki kemungkinan keberhasilan lebih tinggi. Kalau dalam proses bisa dilihat dengan tingkat resiko yang ada. Proses ini merupakan proses berFIKIR atau menentukan suatu rencana kerja untuk menjawab visi misi atau KPi tersebut diatas. Mlaku/aplikasi Hasil dari proses berfikir tersebut haru segera diLAKUkan. Artinya diimplementasikan.
Pada saat berjalan rencana ini juga dilakukan evaluasi secara cermat. Dari proses awal hingga proses akhir. Dalam tahap ini memberdayakan kekuatan SIFU yang secara sekilas kita bahas sebelumnya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan dari rencana aktivitas yang telah difikirkan atau dibuat. Tahapan ini merupakan iji secara nyata terhadap aksi yang sebelumnya bentuk blueprint di fikiran kita. Kemampuan mempengaruhi tim agar bisa menjalankan sesuai yang kita fikirkan, menjadi pertaruhan pokok. Karena bukan hanya kita yang mengerjakan, namun tim kita yang akan melakukan.
Dalam proses ini sangat terkait sebuah persamaan fikiran dalam M selanjutnya atau M ke 4. Mulang/mengajarkan Manusia adalah makluq yang sangat unik. Bahkan tidak ada persamaan secara keseluruhan dari setiap yang namanya manusia. Silahkan hal ini bisa disimak ulang dalam tulisan beberapa waktu lalu Human is Unique. Seluruh yang difikirkan dalam suatu hal dalam benak setiap orang selalu berbeda. Ini salah satu yang menjadi faktor bahwa Human is Unique. Proses Mulang ini merupakan proses menyampaikan informasi atau mengAJARkan beberapa hal yang menjadi sebuah rencana dalam fikiran kita agar bisa dimengerti dan difahami, untuk selanjutnya dilakukan dengan benar oleh tim kita.
Proses ini menjawab, bagaimana dalam sebuah tim agar tidak terjadi gap atau celah perbedaan dalam sisi pandang suatu visi misi atau KPI. Masing-masing anggota tim sampai dengan komponen terkecil tim, secara bersama membawa arah tim ke visi misi. Secara teknis, seorang Sales Leader, harus jelas menyampaikan mengenai visi misi dan KPI yang akan dicapai. Sampai dengan supporting yang kecil harus diatur sedemikian rupa agar bisa membawa terhadap pencapaian KPI. Misalnya sales per area dengan waktu tertentu dan produk tertentu, harus bisa tercapai pada angka X. Faktor yang dirasakan atau mungkin menjadi penghambat, dibahas secara detail sehingga saat melaksanakan penjualan dengan arah yang pasti.
Dengan penjelasan secara clear KPI maka anggota tim juga bisa bergerak dengan leluasa, pada rel yang jelas. Mligi/konsistensi Saat melakukan proses kepemimpinan, bukan hanya satu atau dua atau tiga, bisa saja akan terjadi multi KPI yang harus dicapai. Satu persatu dilakukan dengan cara sama, secara terus menerus. Evaluasi satu per satu langkah 5M dalam 4m pertama merupakan harga mutlak. Sehingga terjadi proses berantai yang tidak terputus. Jika dalam proses terjadi penyimpangan, segera dibuat suatu aksi koreksi secara tepat cepat. Memimpin dengan 5M merupakan tataran mudah difahami, namun usaha keras jualah yang bisa membuat langkah demi langkah tersebut terealisasi. Ditunggu banyak masukan positif untuk kesempurnaan 5M for Leadership ini. Terimakasih.
Note : 5M, merupakan rumusan dari Yant subiyanto Th 1999 yang sekaligus sebagai master trainernya. Implementasi 5m dalam berbagai sisi kehidupan antara lain : 5M Mastery for Motivation & Mental Building, 5M for Leadership, 5M for self Confidence, 5M Power, dan lain-lain.

